Tiada (1)
Amarah membludak dari seorang wanita paruh baya berbadan gempal Akibat sepotong ikan termakan tanpa bicara Malam ini didalam kamar yang didominasi oleh kertas kado Dengan kantung mata yang mulai menghitam dan sembab Sebuah air bening kembali meluruh dari mata sipit seorang perempuan Tangannya gemetar, bibirnya pun ikut bergetar Ini bukan sebuah penyakit Tapi ini keadaan yang membuatnya sakit Kepergian dan kehilangan membuatnya semakin sulit untuk bangkit Kemudian ia beranjak dari tempat tidurnya Mengambil sebuah buku bersampul biru dan pulpen Ia menuliskan semua curahan hatinya Kegundahannya. Kesedihannya. Kepiluannya. Semuanya ia tulis Tak lupa sesekali melirik sebuah foto yg terbingkai rapi disamping meja nya Seorang perempuan berambut putih dengan banyak kerutan di dahi Bukan. Itu bukan ibunya Lalu siapa? Kata demi kata telah terurai menjadi sebuah paragraf Paragraf yang menerjemahkan bahwa ia sekarang ini tak baik-baik saja Bagaimana tidak, airmata nya tak kunjun...