Nur dan Dewi
"Bagaimana bisa aku percaya bahwa dia mencintai seseorang selain aku? Mengapa aku menghukum diriku sendiri selama bertahun-tahun? Mengapa aku bertingkah menjadi keras kepala walaupun aku tahu semuanya? Mengapa aku berfikir kalau aku menang?", Tanpa dia sadari, dia bekata seperti itu ada aku di belakang nya. Dan aku menepuk bahunya. "Siapa yang mengatakan kamu kalah? Siapa yang mengatakan aku menang? Apa itu hanya hubungan antara dua orang manusia dari balas dendam? Mengapa kau menganggapku sebagai musuhmu? Saat kamu bertemu Reza, kamu melihat begitu banyak mimpi untuk masa depan. Tapi takdir menghancurkan semuanya dalam satu serangan. Memperlihatkan padamu tanpa ampun. Bagaimana bisa aku membencimu? Bagaimana bisa aku menganggapmu musuhku? Apa kesalahanmu? Hanya saja kamu mencintai seseorang yang menjadi kekasihku. Kamu hanya jatuh cinta, bukan membunuh seseorang. Haruskah aku katakan sesuatu? Ada banyak ...