Ragu Redam --Bab 1
Aku mengenalnya untuk pertama kali. Bukan sebagai seseorang yang dekat. Bukan juga seseorang yang pernah mengisi hari-hariku. Dia hanya seseorang yang sering kulihat dari kejauhan. Seorang kakak kelas. Dua tahun lebih tua dariku. Dengan seragam putih biru yang selalu terlihat rapi, langkah yang tenang, dan tatapan yang sulit ditebak. Namanya Wildan Satria. Di sekolah, hampir semua orang mengenalnya. Bukan hanya karena dia ketua OSIS— tapi juga karena ada sesuatu dari dirinya yang membuat orang mudah memperhatikan. Cara bicaranya yang halus. Gestur tubuhnya yang lembut. Dan sikapnya yang tidak sepenuhnya sama dengan kebanyakan laki-laki lain seusianya. Sebagian orang mungkin melihatnya sebagai sesuatu yang berbeda. Sebagian lagi menjadikannya bahan cerita. Dan aku? Aku hanya memperhatikan dari jauh. Dengan rasa penasaran yang tidak pernah benar-benar bisa kujelaskan. Bukan berarti aku menilainya buruk. Hanya saja, di usiaku saat itu, aku belum benar-benar mengerti bagaimana memahami ses...